Efek Blog

Kamis, 16 Oktober 2014

kewajiban seseorang yang mendengarkan adzan



Sahari semalam, tidak kurang dari lima kalikita mendengar adzan. Tetapi, tahukan Anda, apa yang harus dilakukan ketika mendengarkan adzan?
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengajarkan supaya kita menjawab setiap lafal yang diucapkan oleh Mu’adzin. Demikianlah petunuk Nabi;
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Umar bin al-Khaththab dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika seorang mu'adzin mengumandangkan adzan seraya berseru, 'Allahu akbar Allahu akbar, lalu salah seorang di antara kalian mengucap, 'Allahu akbar, Allahu akbar', kemudian mu'adzin berseru, 'Asyhadu an laa ilaha illallah, lalu dia berucap, 'Asyadu an laa ilaha illallah, kemudian mu'adzin melanjutkan, 'Asyhadu anna muhammadan Rasulullah', lalu dia mengucap, ''Asyhadu anna muhammadan Rasulullah', lalu mu'adzin berseru, 'Hayya ’ala shalah', dan dia membaca, 'laa haula wala quwwata illa billah', lalu mu'adzin berseru, 'Hayya ’alal-Falah' lalu dia menjawab, 'laa haula wala quwwata illa billah', kemudian mu'adzin berkata, 'Allahu akbar Allahu akbar', lalu dia menjawab, 'Allahu akbar Allahu akbar', kemudian mu’adzin mengucapkan, 'Laa ilaha illallah’, lalu dia menjawab, ' Laa ilaha illallah'. (Jika dia melakukan hal itu) dari hatinya, niscaya dia masuk surga". (HR Muslim)
Setelah selesai menjawab, ucapkanlah shalawat dan salam kepada beliau, sebagaimana diperintahkan oleh Nabi kita yang mulia.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ
Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa dia mendengar Nabi saw bersabda, "Apabila kalian mendengar mu'adzdzin mengumandangkan adzan) maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah atasku, (HR Muslim)
Setelah membaca shalawat dan salam, bacalah do’a wasilah, sebagaimana disebutkan di dalam hadits berikut
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa berdo'a setelah mendengar adzan: Ya Allah. Rabb Pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik shalat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah jannjikan. Maka ia berhak mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat." (HR al-Bukhari)
Jika Anda laksanakan itu semua, Rasulullah menjanjikan akan memberikan syafa’atnya di hari kiamat kelak. Marilah kita laksanakan, semoga kita berhak mendapatkan syafa’at beliau... amin.