Sahari semalam, tidak kurang dari lima kalikita mendengar
adzan. Tetapi, tahukan Anda, apa yang harus dilakukan ketika mendengarkan
adzan?
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengajarkan
supaya kita menjawab setiap lafal yang diucapkan oleh Mu’adzin. Demikianlah
petunuk Nabi;
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ
الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ
أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا
بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ
إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ
أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Umar bin
al-Khaththab dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika seorang mu'adzin
mengumandangkan adzan seraya berseru, 'Allahu akbar Allahu akbar, lalu salah
seorang di antara kalian mengucap, 'Allahu akbar, Allahu akbar', kemudian
mu'adzin berseru, 'Asyhadu an laa ilaha illallah, lalu dia berucap, 'Asyadu an
laa ilaha illallah, kemudian mu'adzin melanjutkan, 'Asyhadu anna muhammadan
Rasulullah', lalu dia mengucap, ''Asyhadu anna muhammadan Rasulullah', lalu
mu'adzin berseru, 'Hayya ’ala shalah', dan dia membaca, 'laa haula wala quwwata
illa billah', lalu mu'adzin berseru, 'Hayya ’alal-Falah' lalu dia menjawab,
'laa haula wala quwwata illa billah', kemudian mu'adzin berkata, 'Allahu akbar
Allahu akbar', lalu dia menjawab, 'Allahu akbar Allahu akbar', kemudian
mu’adzin mengucapkan, 'Laa ilaha illallah’, lalu dia menjawab, ' Laa ilaha
illallah'. (Jika dia melakukan hal itu) dari hatinya, niscaya dia masuk
surga". (HR Muslim)
Setelah selesai
menjawab, ucapkanlah shalawat dan salam kepada beliau, sebagaimana
diperintahkan oleh Nabi kita yang mulia.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ
الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا
عَلَيَّ
Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa dia mendengar
Nabi saw bersabda, "Apabila kalian mendengar mu'adzdzin mengumandangkan
adzan) maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah
atasku, (HR Muslim)
Setelah membaca shalawat dan salam,
bacalah do’a wasilah, sebagaimana disebutkan di dalam hadits berikut
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ
يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ
وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ
وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa berdo'a setelah mendengar adzan: Ya Allah. Rabb Pemilik
seruan yang sempurna ini, dan Pemilik shalat yang akan didirikan ini,
berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia
pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah jannjikan. Maka ia
berhak mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat." (HR al-Bukhari)
Jika Anda laksanakan itu semua, Rasulullah menjanjikan
akan memberikan syafa’atnya di hari kiamat kelak. Marilah kita laksanakan,
semoga kita berhak mendapatkan syafa’at beliau... amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar